untuk melihat PPT Laporan Observasi Pasar Johar klik disini
Selasa, 14 Januari 2014
Tawuran Antar Pelajar Hubungannya Dengan Pancasila
18.03
No comments
Peristiwa tawuran di
Indonesia
Pada
saat ini di Indonesia sering terjadi tawuran, khususnya tawuran antar pelajar.
Kejadian ini tidak hanya di suatu wilayah, namun menyebar dihampir setiap
wilayah. Berikut beberapa kejadian tawuran dibeberapa wilayah Indonesia:
1. PALU,
Ratusan mahasiswa Universitas
Tadulako (Untad) di Palu, Sulawesi Tengah, terlibat tawuran dan melibatkan
mahasiswa dari sejumlah fakultas, Senin (21/10/2013). Tawuran tersebut
merupakan lanjutan aksi serupa pada beberapa hari sebelumnya yang melibatkan
mahasiswa dari fakultas hukum dan fakultas teknik. Para mahasiswa yang terlibat
tawuran itu mempersenjatai diri dengan batu dan balok kayu. Bahkan terlihat ada
beberapa orang membawa senjata tajam. Mereka saling lempar batu dan dilaporkan
ada sejumlah mahasiswa terluka karena terkena lemparan batu.
2. JAKARTA, Puluhan siswa SMP terlibat tawuran di Jalan Hayam Wuruk,
Gajah Mada, Jakarta Barat. Adu
kuat dengan saling lempar batu dan mengeluarkan senjata tajam ini melibatkan
puluhan siswa SMP yang masih berseragam biru putih.
3. KARAWANG, Tawuran pelajar terjadi di Karawang
Jawa Barat, Selasa (23/7). Dua kelompok pelajar SMK Taruna Karya dan Bina Karya
saling serang dan adu fisik.
4. BOGOR, Tawuran antar pelajar SMK YKTB dan SMK
Yatek, hampir menewaskan Hendro Pratama Putra saswa SMK PGRI 2. Hendro dianiaya
karena tidak dapat melarikan diri saat rombongan siswa YKYB dan Yatek tawuran
dengan rombongan siswa PGRI 2 di jalan Empang, Bogor Tengah, Kota Bogor.
5. SEMARANG, Tawuran anak sekolah pecah di Jalan
Dr Cipto Semarang, Selasa (10/9) sore. Tawurn melibatkan belasan siswa SMA yang
berada di jalan tersebut. Seorang remaja, mengatakan sebelum kejadian, dia
hanya duduk di pinggir jalan kemudian diteriaki seorang remaja yang mengenakan
seragam SMA. Dia dan beberapa rekannyadikeroyok.
6. JAKARTA,
Dua kelompok pelajar di Pademangan, Jakarta Utara, terlibat tawuran , Rabu
(6/5). Insiden terjadi di tengah hujan deras tepat di Jalan RE Martdinata dari
arah Tanjung Priok munujuke arah Lodan. Para siswaterlibat baku pukul dan
saling lempar batu dan kayu.
Kejadian ini merupakan bahaya dan kerawanan
sosial yang mengancam lingkungan pendidikan, persatuan negara Indonesia dan
keresahan dalam masyarakat. Ketidak pastian dan tidak tuntasan hukum dalam
penanganan tawuran di nilai sebagai salah satu faktor berlarut-larutnya
persoalan tersebut.Itu karena pelajar yang melakukan tawuran masih dibawah umur
dan bersekolah. Maka mereka yang melakukan tawuran hanya mendapat teguran dan
jika dibawa ke kepolisian syarat dibebaskan anya jika mereka dijemput oleh
orang tuanya. Sehingga para pelajar yang melakukan tawuran tidak jera dan
mengulangi keadian tersebut.
Penyebab Tawuran
Antar Pelajar
Perilaku tawuran pelajar muncul karena
persoalan perubahan psikis yang terjadi saat usia mereka beranjak dari
anak-anak ke dewasa. Anak-anak pelajar yang masih di bawah umur itu masing-masing
tengah mencari jatidiri. Anak-anak atau remaja yang dalam proses pencarian diri
berada dijalur benar, biasanya tidak berperilaku sadis dan menyimpang seperti
sekarangini.
Ketidak pastian hukum turut menciptakan
frustasi sosial yang dialami siswa sebagaigenerasi muda yang dalam tahap
pewncarian jatidiri menjadi berperilaku menyimpang menyerang, ganasdan mencari eksistensi diri
yang mengakibatkan orang lain menderita.
Cara Menghadapi
Tawuran Antar Pelajar
Untuk menghadapi situasi ini harus ada
kepastian hukum dan penciptakan ruang-ruangkreatif yang disediakan untuk mengapresiasi potensi
siswa agar bisa tersalur,terlatihdan dan keatif. Dan itu tentu harus
dikonkritkan dalam kurikulum pendidikan yang ada dan dijamin dengan satu sistem pendidikan
yangmendukung terciptanya generasi Indonesia yang utuh menjadi manusia dan
semakin tinggi deraja kemanusiaannya sebagaimana cita-cita para pendiri negara.
Perlu adanya evaluasi atas sistem pendidikan dengan pelibatan seluruh
stake holder, pakar serta praktisi pendidikan yang berjalan agar tidak
terditorsi dari tujuan nasional bangsa Indonesia untuk membangun karakter
nasional dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara secara utuh.
Selain itupemerin tah juga membuat kebijakan dan komitmen membentuk kelompok
kerja anti tawuran dan anti perilaku menyimpang siswa Polri, Dinas Pendidikan,Satuan
Tugas Pelajar, dan orang tua atau beranggotakan unsur komite. Ancaman
pencabutan izin terhadap SMK yang siswanya kerap tawuran harus diperhatihkan
dan diwujudkan. Sejauh ini, ancaman tidak terwujud. Penyuluhan dan bimbinagan
konseling terhadap siswa juga harus terus digalakkan.
Mengacu Pada
Pancasila
Dalam
Konsep Manusia Indonesia Seutuhnya, masalah tawuran palajar melakukan
pelanggaran yang mengacu pada Pancasila yaitu:
1. Sila
kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
a) Tidak
mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia
b) Mengembangkan
sikap semena-mena terhadap orang lain
c) Tidak
menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
2. Sila
ketiga: Persatuan Indonesia
a) Tidak
mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhineka Tunggal Ika
b) Tidak
memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi
dankeadialn sosial
c) Tidak
memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa
3. Sila
keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijasanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan
a) Tidak
menggunakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
b) Musyawarah
tidak dilakukan dengan akal sehat dan sesuai engan hati nurani yang luhur
4. Sila
kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a) Tidak
mengembangkanm perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikapdan suasana
kekeluargaan dan gotong-royong
b) Tidak
menjaga keseimbangan antara hak dan
kewajiban
c) Menggunakan
hak milik untuk hal-hal yang bertentangan denga atau merugikan kepentingan umum
Namun
dari semuanaya tersebut pelanggaran yang paling utama adalah pada sila ketiga.
Karena tawuran antar pelajar merupakan perilaku yang dapat memecah belah
persatuan dikalangan remaja dan tidak mencernimkan adanya persatuan dan
kesatuan bangsa. Yang mana remaja merupakan generasi penerus dan calon pemimpin
bangsa dan negara.
Selain itu solusi yang dapat dilakukan
dari nilai-nilai yang terkandung dari pancasial yaiu dengan melihat pada sila
ke tiga yang merupakan proses untuk menuju nasionalisme dengan menjalin
kerjasama yang erat. Yang mana jika ada masalah bukan diselesaikan dengan
tawuran dan perkelahian, namun dengan musyawarah agar tercipta keadilan bagi seluruh
anggota yang terlibat.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
11.
Soegito A.T dkk.2012. Pendidikan Pancasila.
Semarang: UNNES PRESS
Aqidah
17.37
No comments
BAB 1
AQIDAH
A.
KONSEPSI AQIDAH
1.
Pengertian Aqidah
Secara etimologis, aqidahberarti berakar, dari kata
‘aqada-ya’qidu-‘aqidatan. Relevansi antara arti kata aqdan dan aqidah berarti
keyakinan itu trsimpu dengan kokoh didalam hati, bersifat mengikat dan
mengandung perjanjian.
Secara terminologis, definisi
aqidah antara lain: menurut hasan al-Banna dalam kitab Majmu’ al-Rasail: “
Aqa’id (bentuk jamak dari aqidah) adalah beberapa perkara yang wajib diyakini
kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa menjadi keyakinan yang
tidak bercampur sedikitpun dengan ragu-ragu”. Menurut Abu Bakar Jabir al-
Jazairi dalam kitab Aqidah al-Mukmin: Aqidah adalah sejumplah kebenaran yang
dapat diterimasecara umum (aksioma) oleh manusia berdasarkan akal, wahyu dan
fitrah.
2.
Ruang Lingkup Aqidah
Hasan al-Banna pernah membuat sistematika
ruang lingkup pembahasan aqidah, yaitu:
1. Ilahiyat yaitu pembahasan tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan Allah, seperti wujud Allah, asmaul husna, dll
2. Nubuwat yaitu pembahasan tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan rasul, termasuk pembicaraan mengenai
kitab-kitab Allah.
3. Rukhaniyat yaitu pembahasan tentang segala
sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti malaikat, jin, iblis,
roh, dll.
4. Sam’iyat yaitu pembahasan tentang segala
sesuatu yang hanya dikatehui lewat sam’I yaitu dalil naqli berupa al-Qur’an dan
al-Sunnah seperti alam barzakh, akhirat, dll.
Disamping sistematika diatas, pembahasan
aqidah bisa juga mengikuti sistematika arkanul iman, yaitu:
a. Iman kepada Allah SWT yaitu mempercayai
Allah baik dalam zat, sifat dan af’al-Nya serta al-asma’ al-husna dan
ash-shifah. Oleh karena itu ada dua metode untuk mengimani al-asma’ al-husna
dan ash-shifah yaitu: 1) metode Itsbat: mengimani bahwa Allah memiliki
nama-nama dab sifat yang menunjukkan kemaha sempurnaan-Nya. 2) metode nafy:
menolak segala nama-nama dan sifat yang menunjukkan ketidak sempurnaan-Nya.
b. Iman kepada malaikat termasuk salah satu
perkara beriman kepada yang gaib. Untuk mengimani malaikat ditempuh dua cara:
1) melalui berita dari Rasulullah baik berupa Al Qur’an maupun sunnah. 2)
melalui bukti-bukti nyata dalam semesta. Malaikat merupakan makhluk gaib yang
diciptakan oleh Allah dari cahaya (nur) dengan wujud dan
sifat-sifattertentuyang tak pernah membangkang apa yang diperintahkan-Nya. Ada
beberapa malaikat yang patut diketahui dan diimani beserta tugasnya anatara
lain:
1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu
pada Nabi dan Rasul.
2. Malaikat Mikail bertugas mengatur hal-hal
yang berhubungan dengan alam
3. Malaikat Israfil bertugas meniup terompet
4. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa
makhluk hidup
5. Malaikat Raqib bertugas mencatat amal baik
6. Malaikat Atib bertugas mencatat amal buruk
7. Malaikat Munkar dan Nakir bertugas menanyai
dalam kubur
8. Malaikat Ridwan bertugas menjaga surge
9. Malaikat Malik bertugas menjaga neraka
10. Malaikat pemikul Arasy
11. Malaikat penggerak hati manusia untuk
berbuat kebaikan dan kebenaran
c. Iman kepada kitab-kitab Allah adalah
percaya dengan kitab suci yang diturunkan Allah kepada para nabi dan rasul.
Kitab yang harus diimani adalah: 1) kitab Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW, 2) kitab Injil yangditurunkan kepada Nabi Isa As, 3) kitab Taurad
diturunkan kepada Nabi Musa As, 4) kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud As.
Selain itu kitab-kitab yang dikenal yaitu, 2 suhuf yaitu suhuf Nabi Ibrahim As,
dan suhuf Nabi Musa As. Cara mengimani Al Qur’an adalah dengan menbacanya dan
mengamalkannya.
d. Iman kepada Nabi dan Rasul adlah percaya
adanya nabi dan rasul. Nabi dan rasul adalah manusia seperti biasanya,yang
membedakan adalah karenaia menerima wahyu dari Allah. Apabila ia tidak dibebani
kewajiban untuk menyampaikan wahyu tersebut disebut nabi. Jika ia dibebani
kewajiban untuk menyampaikan wahyu tersebut disebut rasul. Jika nabi belum
tentu rasul, sedangkan rasul sudah pasti nabi. Cara mengimaninya adalah dengan
mencintai dan melakukan hal yang biasa dilakukan para nabi dan menjadi yang
tidak dilakukan.
e. Iman kepada hari akhir merupakan keimanan
yang pokok setelah iman kepada Allah SWT. Hari akhir adalah kehidupan kekaldan
abadi setalah kehidupan dunia fana ini. Cara mengimaninya adalah dengan
menpercayai adanya kehidupan setelah kehidupan dunia fana ini.
f. Iman kepada Qodha dan Qodhar Allah adalah
menyakini akan kehendak ketetapan dan ketentuan Allah terhadap segala sesuatu.
B.
KONSEP TAUHID
1.
Makna Kalimat Syahadat
Tauhid
adalah keyakinan dan kesaksian bahwa “Tidak ada Tuhan selain Allah”, la ilaha
illa Allah. Kalimat syahadat dimulai dengan pengingkaran la ilaha (tidak ada
Tuhan) dan disusul oleh illa Allah (kecuali Allah). Syahadat menjadi landasan
dasar dan inti ajaran islam. Perbedaan antara yang percaya dan yang tidsak
percaya bukan terletak pada kalimatsyahadatnya. Kekuatan sesungguhnya terletak
pada penerimaan secara sadar dan mutlak terhadap ajaran islam dan penerapannya
didalam kehidupan nyata.
2.
Tingkatan Tauhid
Tahuid
menurut islam ialah tauhid I’tiqad-‘lmi (keyakinan teoritis) dan tauhid amali-suluki
(tingkah laku praktis) tak dapat dipisahkan yaitu tauhid dan bentuk makrifat
(pengetahuan), itsbat (pernyataan), I’tiqad (keyakinan),qasd (tujuan) dan
iradah (kehendak). Initercermin dalam empat tingkatan tauhid.
a. Tauhid Rubbiyah
Secara etimologi berasal dari
rabb yang mempunyai banyak arti antara lain mengembangkan, mencipta, dll.
Secara terminologis Tauhid Rubbiyah ialah keyakinan bahwa Allah SWT adalah
Tuhan pencipta semua makhluk dan alam semesta.
b. Tauhid Mulkiyah
Kata mulkiyah berasal dari kata
malaka. Secara terminologis Tauhid Mulkiyah adalah suatu keyakinan bahwa Allah
SWT adalah satu-satunya Tuhan yang memiliki dan menguasai seluruh makhluk dan
alam semesta.
c. Tauhid Uluhiya
Uluhiyah adalah mashdar dari
kata alaha yang mempunyai arti tenang, temtram, lindungan, cinta dan sembah.
Tauhid Uluhiya merupakan keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan patuy
dijadikan ilah yang harus dipatuhi, ditaati, diagungkan dan dimuliakan.
d. Tauhid Ubudiyah
Kata Ubudiyah berasal dari kata
‘abada yang berarti menyembah, mengabdi, yang diagungkan (al-mabud). Maka
Tauhid Ubudiyah adalah suatu keyakinan bahwasanya Allah SWT merupakan Tuhan
yang patut disembah, ditaati, dipatuhi, dipuja manusia melainkan Allah semata.
Hal yangdapat dipetik masalah
tersebut adalah bahwa jika kita membiasakan masalah tauhid maka kita secara
reflek harus menjauhkan dari sikap syirik.
3.
Tauhid sebagai Poros Aqidah Islam
Ajaran islam tidak hanya
memfokuskan ima kepada wujud Allah sebagai suatu keharusan yang fitrah manusia.
Lebih dari itu aqidah tauhid yangmerupakan dasar aqidah dan jiwa keberadaan
islam. Islam dating di saat kemusyrikan sedang merajalela di segala penjuru
dunia. Oleh karena itu al-Qur’an mencela paganisme maupun politheisme yang
merupakan simboldari segmentasi masyarakat.
Allah menciptakan manusia agar
mereka menyembah-Nya semata dan menghindarkan diri dari thagut. Inilah tauhid,
merupakan perintah Allah untuk mengampuni dosa kecuali pelanggaran terhadap
tauhid, karena pelanggaran ini merupakan dosa besar. Oleh karena itutauhid
menjadi pranata yang tertinggi dan menjadi penyebab kebaikan dan pahalater
besar.
4.
Tauhid dan Pembebasan Diri
Huston Smith pernah menyinggung
permasalahan bahwa keengganan manusia untuk menerima kebenaran antara lain
karena sikap menutup diri yangtimbul dari reflek keenggaan tahu tentang
kebenaran. Padahal kalau saja kita mebuka diri untuk kebenaran maka mungkin
kita akan memperoleh kebaikan dan energi yang kita perlukan.
Sumber pribadi untuk penolakan
kebenaran, kesombongan dan kecongkakan
sering disebut hawa nafsu (kinginan diri sendiri) dansikap tertutup karena
telah merasa penuh berilmu. Hanya dengan melawan itu semua melaluiproses
pembebasan diri (self liberation) seseorangakan mampu menangkap kebenaran itu,
seseorang dapat berproses untuk pembebasan dirinya. Ini sesungguhnya salah satu
makna esensial kalimat syahadat yang bersusunan negasi-konfirmasi “la ilah a
illa Allah” dipandang dari sudut efeknya kepada peningkatan harkat martabat
kemanusiaan pribadi seseorang.
5.
Bentuk-bentuk Syirik Kepada Allah Dalam Al-Qur’an
Kalau dikaji ayat-ayat
al-Qur’an maka perbuatan syirik merupakan kontradiksi dari ajaran tauhid
(ke-Esaan Tuhan). Dalam al-Qur’an kata syirik digunakan dalam arti persekutuan
Tuhan lain dari Allah, baik dalam dzat, sifat dan af’al-Nya. Al Qur’an
menerangkan bahwa syirik merupakan perbuatan dosa besar yang paling berat.
Apabila manusia mempertuhankan
selain Allah, maka manusia sendirilahyang menjadikan jiwanya sebagai budak.
Dosa yang bukan syirik dalam pernyataan Allah masih bisa diampuni bagi yang
dikehendaki-Nya. Biasanya mengerjakan dosa besar, karena syirik telah bersarang
dalam jiwanya.
Berbagai macam bentuk syirik
yang diungkapkan oleh al-Quran, bentuk penyembahan berhala adalah yang paling
dicela. Bentuk syirik yang lain dikecam ole al-Quran adalah bahwa Allah
mempunyai anak laki-laki atau perempuan.
a. Hubunangan Manusia dengan Tuhan
Al-Quran memiliki konsep dalam
rangka untuk mencapai masyarakat, bangsa, manusia, dan dunia sejahtera versi
islam adalah sejarah lahirnya bathiniyah, materiil dan spiritual, manusia atuh
secara totalitas. Al-Qur’an memberi syarat dalam usaha mencapai target konsepsi
masyarakat sejahtera tersebut melalui cara-cara ilmiah rasional.
b. Hubungan Manusia dengan Manusia
Islam dengan ajaran yang
dibawanya, bertujuan mewujudkankesejahteraan hidup dan kehidupan manusia,oleh
karena itu, keadilan sebagai sentral terwujudnya kesejahteraan merupakan salah
satu tema yang berulangkali diseruakan dalam Al-Qur’an. Keadilan memang
mencakup seluruh aspek kehidupan dan keberadaan manusia.
Manusia dalam hubungan denagan
antar sesamanya dinyatakan bahwa manusia itu sama, kecuali karena sikap
ketaqwaannya. Keesaan aqidah, keesaan ibadah dan keesaan mu’amalah, adalah
segala aktifitas manusia, baik dengan sesamanyamaupun dengan lingkungannya,
yang didalamnya selalau berlandaskan kapada ajaran dan diyakini adanaya
hubungan denganTuhan. Dengan keesaan mu’amalah dalam beraktifitas sosial
tentunya segala sesuatu yang dihasilkan tidak menghilangkan tujuan dan hikmah
Tuhan menciptakan ciptaan-ciptaan-Nya.
c. Hubungan Manusia dengan Alam
Keinginan manusia yang tidak
pernah puas terhadap apa yang sudah dimiliki, mendorong manusia selalu berupaya
dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan. Upaya dan usaha manusia tersebut, sering
menimbulkan pengaruh masalah lingkungan hidup. Kaitannya dengan permasalahan
hubungan manusia dengan alam atau lingkunganhidupnya, agama
mempunyaikonsep-konsep pemecahannya yang sesuai dengan ajaran yang ada dalam kitab
suci.
Sumber: Elmubarok Zaim dkk, 2012 Islam
Rahmatan Lil’alamin, Semarang: Unnes Press
Langganan:
Postingan (Atom)












